stiqmuibinjai.or.id-Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Binjai menggelar Ifthar Jama’i (Buka Puasa Bersama) pada malam ke-25 Ramadhan 1447 Hijriah di Kantor Sekretariat MUI Kota Binjai, Sabtu (14/03/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan pelepasan Tim Safari Ramadhan dan Rombongan I’tikaf DP MUI Kota Binjai 1447 Hijriah ini, dihadiri Walikota Binjai, yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DP MUI Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, M.A.P., Ketua Umum DP MUI Kota Binjai, H. Rizaldi Syarifuddin Nasution, S.Pd.I. M.M., serta seluruh unsur pengurus MUI tingkat daerah dan kecamatan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DP MUI Kota Binjai, H. Rizaldi Syarifuddin Nasution, S.Pd. M.M., Ifthar Jama’i Ramadhan 1447 Hijriah DP MUI Kota Binjai dilaksanakan sebagai upaya membangun dan memperkuat khubungan silaturahmi, kebersamaan, dan soliditas antar pengurus MUI mulai di tingkat daerah hingga kecamatan se-Kota Binjai.
Selain menggelar Ifthar Jama’i, menurut Rizaldi, pada hari sama DP MUI Kota Binjai juga melaksankaan Safari Ramadhan ke lima masjid dan mushalla di Kota Binjai, dan I’tikaf Ramadhan di Masjid Al-Fatih, Kota Binjai.
Selain itu, pada Ahad pagi, 15 Maret 2026, turut pula dilaksanakan Muzakarah Ramadhan Pekan IV 1447 Hijriah, sekaligus sebagai muzakarah penutup. Sesuai jadwal, akan hadir Guru Besar Filsafat Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A., selaku narasumber.
“Atas nama pengurus DP MUI Kota Binjai, saya ucapkan terimakasih atas kehadiran bapak/ibu dan saudara-saudari sekalian. Mudah-mudahan momentum ini semakin memperkuat kebersamaan dan soliditas antara umara, alim ulama dana cendekiawan Muslim, khususnya di tingkat pengurus DP MUI Kota Binjai,” ujar Rizaldi.
Sementara itu dalam ceramahnya, Al-Ustaz Dr. Robin Sirait, M.Pd., menekankan keutamaan doa sebagai salah satu usaha untuk menggapai ridho, berkah, rezeki, dan ampunan dari Allah Subḥanahu Wa Ta’ala, termasuk sebagai sarana komunikasi dengan Allah Subḥanahu Wa Ta’ala demi mendapat solusi dari berbagai permasalahan hidup. Hal ini dijelaskan Allah Subḥanahu Wa Ta’ala dalam Alquran Surat Al-Ghafir ayat 60.
“Apalagi salah satu doa yang mudah dikabulkan atau mudah diijabah oleh Allah Subḥanahu Wa Ta’ala ialah doa orang-orang yang berpuasa,” ungkapnya.
Meskipun demikian Robin menyebut, ada 10 penyebab doa justru tidak dikabulkan oleh Allah Subḥanahu Wa Ta’ala. Penjelasan ini disampaikan Ibrahim bin Adham, seorang ulama sufi asal Balkh, Afhanistan, yang hidup sekitar abad ke-2 Hijriah.
Seluruh doa dimaksud antara lain, orang yang mengenal Allah namun tidak menunaikan hakNya, doa orang yang membaca Alquran namun tidak mengamalkannya, doa orang yang mengaku mencintai Nabi namun meninggalkan sunnahnya, serta doa orang yang mengatakan setan sebagai musuh namun justru menaatinya.
Kemudian, doa orang yang merindukan surga namun beramal untuk meraihnya, doa orang yang mengaku takut neraka namun tidak menjauhi sebab-sebabnya, serta doa orang yang meyakini kematian itu pasti namun tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Lalu, doa orang yang sibuk mencari aib dan kesalahan orang lain namun melupakan aib dan kesalahan diri sendiri, doa orang yang kufur terhadap nikmat Allah, serta doa orang yang menguburkan orang mati namun tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa kematian orang tersebut.









