DPR RI dan BPKH di Binjai Dukung Penuh Pendirian STIQ

stiq.muibinjai.or.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Binjai menjadi tuan rumah pertemuan penting antara wakil rakyat dan pengelola keuangan haji. Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ust. Ansory Siregar, Lc., dan Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Prof. H.M. Arief Mufraini, S.E., M.B.A., Ph.D. (disebut Prof. Arief dalam berita ini), disambut hangat oleh Ketua MUI Binjai, Prof. Dr. HM. Jamil, MA, di Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Binjai.

Diskusi Bersama Ulama dan Masyarakat
Pertemuan yang dihadiri oleh Alim Ulama, tokoh masyarakat, dan pengurus PTKU MUI Binjai ini menjadi ajang diskusi terbuka mengenai isu-isu keumatan, khususnya yang berkaitan dengan Komisi VIII DPR RI (membidangi Agama, Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan) dan BPKH (pengelolaan dana haji).

Prof. Dr. HM. Jamil, MA, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi perhatian para pemangku kebijakan di tingkat pusat terhadap perkembangan pendidikan dan keumatan di Kota Binjai. Diskusi ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi dari akar rumput.

Dukungan Nyata untuk STIQ Binjai
Salah satu poin utama dan aspirasi yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah rencana pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) di Kota Binjai. Ust. Ansory Siregar, Lc., yang dikenal aktif dalam isu pendidikan dan keagamaan, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana mulia ini.

Kehadiran STIQ di Kota Binjai adalah langkah strategis untuk melahirkan ulama, hafiz, dan kader-kader Qur’ani yang akan menjadi benteng moral dan intelektual umat,” ujar Ust. Ansory Siregar. “Kami dari Komisi VIII DPR RI akan ikut serta mengawal dan berharap segala prosesnya bisa dimudahkan, sehingga cita-cita masyarakat Binjai untuk memiliki perguruan tinggi berbasis Al-Qur’an segera terwujud.

Facebook
WhatsApp
Telegram
Scroll to Top